SAJAK CEMBURU

Aku selalu cemburu kepada banyak hal darimu Aku cemburu pada pena yang kerap menari di jemarimu ketika ratusan diksi terpintal menjadi tenunan puisi. Pena lebih akrab akan sentuhanmu daripada aku, walau katamu, aku adalah puisipuisimu, aku tetap saja cemburu. Kamu bicara kepada angin, kepada awan, kepada embun, kepada halimun, dan juga kepada daundaun, pun kepadaLanjutkan membaca “SAJAK CEMBURU”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai